Home » Posts tagged 'Ahli Fisikawan yang Sangat Berpengaruh di Dunia'

Tag Archives: Ahli Fisikawan yang Sangat Berpengaruh di Dunia

Inilah 8 Ahli Fisikawan yang Sangat Berpengaruh di Dunia

Ahli Fisikawan yang Sangat Berpengaruh di Dunia

acharacleprimaryschool.com – Siapa yang bahagia pelajaran fisika semasa sekolah dulu? Kamu tentu familiar bersama dengan lebih dari satu nama, layaknya Galileo Galilei, Albert Einstein, Michael Faraday, Isaac Newton, dan masih banyak lagi. Masing-masing dari mereka sudah menambahkan sumbangsih besar bagi dunia. Kenalan yuk bersama dengan fisikawan paling tenar dan berpengaruh ini! Ini dia!

Ahli fisika yang Berpengaruh di Dunia

1. MICHAEL FARADAY (1791-1867)

Ilmuwan fisika asal Inggris ini menyandang ‘gelar’ ayah listrik berkat karyanya di bidang kelistrikan dan magnet. Tiga penemuan utamanya yaitu komitmen basic induksi elektromagnetik, diamagnetisme, dan elektrolisis. Selain itu, Faraday juga menemukan pembakaran Bunsen (Bunsen Burner) yang biasa digunakan di laboratorium, zat kimia bernama Benzena, dan juga mempopulerkan teminologi ilmiah layaknya ion, katoda, elektroda, dan semacamnya. Uniknya, Faraday hanya mengenyam pendidikan dasar. Lalu dari mana pengetahuannya berasal? Semua itu ia dapatkan disaat bekerja sebagai penjaja dan penjilid buku.

Kemudian ia kembangkan lebih lanjut bersama dengan menghadiri kuliah Humphry Davy sementara usianya menginjak dua puluh tahun. Dari sinilah kisah hidupnya sebagai ilmuwan dunia dimulai. Kehebatan fisikawan ini terhitung diakui oleh Albert Einstein. Einstein bahkan memasang foto Faraday di dinding laboratoriumnya, bersebelahan bersama dengan Isaac Newton, dan James Clerk Maxwell.

2. GALILEO GALILEI (1564-1642)

Siapa yang tidak pernah mendengar nama Galileo? Nampaknya tidak ada. Semua orang tentu memahami sepak terjangnya di bidang astronomi dan ilmu fisika. Ia amat berperan di dalam mendorong revolusi ilmiah yang di awali sejak Abad Pencerahan.

Sumbangsih terbesarnya adalah penyempurnaan teleskop modern, dan juga penemuan hukum gerak pertama dan kedua. Berkat itu ia meraih begitu banyak ragam julukan, layaknya ayah fisika modern, ayah astronomi observasional, dan lain sebagainya.

Sayang hidupnya berakhir tragis. Ia dihukum pengucilan oleh gereja akibat pandangannya tentang bumi yang melingkari matahari. Pandangan ini diakui bidah gara-gara bertentangan bersama dengan kepercayaan gereja bahwa bumi adalah pusat alam semesta.

Barulah ratusan tahun lantas hukuman Galileo dinyatakan keliru oleh Paus Yohanes Paulus II. Kemudian terhadap 21 Desember 2008, nama Galileo dipulihkan sebagai ilmuwan oleh Paus Benediktus XVI.

3. JAMES CLERK MAXWELL (1831-1879)

Maxwell adalah seorang ilmuwan di bidang fisika matematis asal Skotlandia. Ia mempunyai kontribusi yang amat besar kepada perkembangan sains, bahkan diakui sepadan bersama dengan Einstein dan Newton. Penemuan terbesarnya ialah teori radiasi elektromagnetik. Teori ini merupakan terobosan besar di dalam ilmu fisika moderen gara-gara sukses menggabungkan tiga fenomena menjadi satu.

Fenomena tersebut terdiri atas listrik, magnetisme, dan sinar yang berasal dari fenomena yang sama. Gagasan ini ia publikasikan terhadap tahun 1865, dan meraih sambutan luar biasa dari kalangan ilmuwan.

Karya hebat Maxwell lainnya yaitu turut mengembangkan distribusi Maxwell-Boltzman, foto berwarna yang tahan lama, dan pondasi analisa rangka kaku di dalam susunan jembatan. Berkat itu semua, Maxwell diakui sebagai ilmuwan abad 19 yang amat berpengaruh terhadap perkembangan fisika abad 20.

4. ISAAC NEWTON (1643-1727)

Ketika mendengar nama Newton, anda tentu langsung ingat anekdot tentang apel yang jatuh ke bumi. Kisah ini sebetulnya sama bersama dengan Newton. Konon dari sanalah gagasan tentang hukum gravitasi dan tiga hukum gerak berasal.

Meski cerita di atas diragukan kebenarannya, tapi pengaruh gagasan Newton amat nyata. Bukunya yang berjudul Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica disebut-sebut sebagai buku paling berpengaruh di dalam histori sains. Dalam buku ini, Newton menjabarkan keberadaan kumpulan hukum alam yang menyesuaikan semua benda yang ada di Bumi dan di luar angkasa. Gagasan ini sukses mematahkan kesangsian para ilmuwan atas heliosentris, dan juga mendorong revolusi ilmiah jadi meluas. Tidak heran kalau ia dijuluki sebagai ayah ilmu fisika klasik.

Newton terhitung sempat meramalkan datangnya kiamat di dalam naskahnya di tahun 1704. Menurut fisikawan ini, kiamat paling cepat terjadi terhadap tahun 2060. Latar belakang timbulnya ramalan ini yaitu sehingga orang-orang tidak gegabah meramalkan datangnya hari akhir.

5. J. J. THOMSON (1856-1940)

Joseph John Thomson adalah orang pertama yang menemukan partikel subatom (partikel yang ukurannya lebih kecil dari atom). Mulanya partikel tersebut ia namakan corpucles, namun bersamaan sementara orang-orang menyebutnya bersama dengan nama elektron.  Dia terhitung sukses mengungkap kapabilitas gas di dalam menghantarkan listrik. Penemuan ini mengantarkan Thomson mencapai Nobel Fisika tahun 1906.

Namun kontribusi terbesar J.J Thomson terhadap perkembangan sains bukanlah penemuan-penemuan tersebut, melainkan keberhasilannya membimbing para muridnya. Terbukti dari sejumlah mantan asisten risetnya yang sukses mencapai Nobel Fisika dan Kimia.

6. WILHELM RÖNTGEN (1845-1923)

Dari nama Röntgen tentu anda sudah mampu menebak apa yang ia temukan. Insinyur mesin sekaligus fisikawan ini adalah orang pertama yang menemukan sinar X, yang kini digunakan dunia kedokteran untuk merontgen pasien.

Nama sinar X berasal dari variabel ‘X’ di dalam matematika yang merujuk terhadap sesuatu yang tidak diketahui. Orang pertama yang menjajal sinar X adalah istrinya sendiri, Anna Bertha. Anna begitu terperanjat disaat pertama kali lihat hasil rontgennya. Ia bahkan berseru: “aku layaknya lihat kematianku sendiri.”

Berkat penemuan sinar X, Röntgen menjadi ilmuwan Jerman pertama yang sukses mencapai hadiah Nobel di bidang fisika terhadap tahun 1901. Ia terhitung dianugerahi sejumlah penghargaan prestisius lainnya, layaknya Elliott Cresson Medal dan Rumford Medal.

Hal yang paling menarik dari Röntgen yaitu ia tidak pernah mematenkan temuannya ini. Alasanya gara-gara sehingga sinar X mampu digunakan untuk kepentingan umat manusia. Apa yang dilakukannya sama bersama dengan Pierre dan Marie Curie yang menemukan radium. Selain itu, Röntgen tidak pernah merampungkan sekolah formalnya. Ia dikeluarkan dari sekolah menengah atas Ultrecht Technical School gara-gara leluconnya yang tidak mampu diterima.

7. ERNEST RUTHERFORD (1871-1937)

Mantan murid J.J. Thompson ini dijuluki sebagai ayah fisika nuklir. Julukan itu didapatkan sehabis mengenalkan ia mengenalkan konsep half life radioaktif. Konsep ini menjabarkan sementara yang diperlukan sebuah atom untuk meluruh menjadi 1/2 dari kuantitas awalnya.

Half life juga menyatakan kalau radioaktif melibatkan perubahan unsur kimia, dari satu unsur ke unsur lainnya. Tidak hanya itu, ia terhitung membagi unsur radiasi menjadi dua yaitu alpha dan beta. Atas pencapaiannya yang luar biasa, Rutherford dihadiahi Nobel Kimia terhadap tahun 1908.

Setelah menyabet Nobel, nama Rutherford kian melambung berkat sejumlah karyanya, layaknya teori tentang muatan atom yang terkonsentrasi di nukleus, dan sukses membelah atom di di dalam laboratorium yang lantas diberi nama proton.

Rutherford meninggal terhadap tahun 1937 gara-gara komplikasi hernia. Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, ia dikebumikan tak jauh dari makam Sir Isaac Newton di Westminster Abbey, dan namanya dijadikan elemen kimia ke 104, rutherfordium.

8. MARIE CURIE (1867-1934)

Nama lengkapnya adalah Maria Skłodowska-Curie. Dia adalah seorang perintis radiologi dan keliru satu ilmuwan wanita paling berpengaruh. Prestasinya di bidang radiologi yaitu penemuan unsur radium(bersama suaminya dan Henri Becquerel), polonium, dan juga teknik mengisolasi isotop.

Penemuan-penemuan tersebut mengantarkan Curie menjadi cuma satu ilmuwan wanita yang sukses memenangkan dua Hadiah Nobel. Nobel pertama yaitu di bidang Fisika terhadap 1903, dan Nobel sesudah itu di bidang Kimia terhadap tahun 1911.

Sayangnya hidup Curie berakhir tragis. Ia meninggal terhadap tahun 1934 akibat penyakit leukimia. Di mana penyakit ini muncul akibat seringnya Curie terpapar zat radioaktif yang notabene adalah penemuannya sendiri.

Hal yang patut dikenang dari sosok ilmuwan wanita ini yaitu keputusannya untuk tidak pernah mematenkan temuannya. Dalam pandangannya, sebuah penemuan itu wajib bebas dari motif ekonomi sehingga mampu digunakan untuk kepentingan semua umat manusia.

Archives

Categories